- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Stok Pangan Banten Aman Hingga 7 Bulan Mendatang
Serang – Masyarakat Banten mungkin bisa bernapas lega karena stok pangan di Provinsi Banten ternyata aman hingga tujuh bulan mendatang.
“Dari jumlah yang hendak dicapai tahun 2016, saat ini angka sementara sudah lebih dari 80 persen target yang tercapai,” unkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten Agus M Tauhit, kemarin.
Agus mengaku sudah melaporkan capaian ini ke Gubernur Banten Rano Karno. “Meskipun ada keberhasilan capaian ini, bukan tidak berarti ada permasalahan. Saat ini tantangan terbesar dalam mencapai target swasembada pangan adalah anomali iklim,” terangnya.
Untuk mengatas hal ini, Agus mengaku mengandalkan Gubernur Banten untuk mampu mengantisipasi anomali iklim di Provinsi Banten. Adapun langkah antisipasinya berupa proses-proses pergerakan percepatan di tingkat lapangan atau diistilahkan kecepatan yang dipercepat.
“Hal ini dilakukan karena program ini merupakan upaya khusus (upsus), sehingga harus dikerjakan di luar kebiasaan,” ujarnya.
Agus juga mengaku posisi Banten untuk ketahanan pangan sebenarnya aman. Tetapi karena Banten merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi Banten secara skor nasional masuk 11 besar sentra padi di Indonesia maka otomatis pemerindah daerah ingin memberikan kontribusi di tingkat nasional dengan target tambahan satu juta ton hingga tahun depan. (Henny)
